Karakteristik BGBJ Hostel Dalam Standarisasi Pelayanan Kepada Para Tamu

Lihat/Buka

Tanggal

2021-12-02

Abstraksi

            Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui kharakteristik yang dimiliki oleh BGBJ Hostel di Bantar Gebang dalam standarisasi pelayanan kepada para tamu. Bantar Gebang selama ini dikenal sebagai daerah kumuh dengan kondisi perekonomian masyarakat bertaraf rendah (miskin). Dalam (Mulyadi, 2016) ditemukan sekitar 72% orang tua memilih untuk mempekerjakan anaknya sebagai pengumpul sampah, 19% memilih untuk sekolah tanpa dibebani kerja pengumpul sampah, dan 9% sisanya memilih untuk dipekerjakan dan tidak sekolah Mengingat BGBJ Hostel dapat dikatakan tidak memiliki letak yang strategis dimana TPA bukan tempat yang layak sebagai tempat tinggal namun BGBJ Hostel yang letaknya di tengah-tengah TPA justru selalu ramai dikunjungi wisatawan mancanegara, bahkan kedutaan besar yang ada di Indonesia. Apakah dengan berbekal anak-anak disekitaran Bantar Gebang ini bagaimana Hostel BGBJ bisa memberikan pelayanan dengan standard Hostel semestinya. Dengan memberdayakan remaja sekitar Bantar Gebang BGBJ Hostel terbilang mampu untuk menarik wisatawan bahkan sebelum pandemic pemesanan kamar harus 3 bulan sebelum karena keterbatasan kamar.


Kata Kunci: Karakteristi, Standarisasi Pelayanan

URI
http://hotelier.poltekindonusa.ac.id/index.php/view/article/view/106

Bidang ilmu
Pariwisata

References

Agus Joko Praptomo, Khairul Anam, Siti Raudah. 2017. Metodologi Riset Kesehatan Teknologi Labolatorium Medik Dan Bidang Kesehatan Lainnya. Yogyakarta: Deepublish.

Mulyadi, Didi. 2016. “MENGEMBANGKAN KEPEDULIAN AKAN PENTINGNYA PENDIDIKAN UNTUK MENINGKATKAN KESEJAHTERAAN MASYARAKAT PEMULUNG DI TPA BANTAR GEBANG.” 472–79.

Agus, Bustanuddin. 2006. Agama Dalam Kehidupan Manusia, Pengantar Antropologi Agama. Jakarta: Raja Grafindo Persada

Koentjaraningrat. 1984. Kebudayaan Jawa. Jakarta : PN. Balai Pustaka

Mutiarawati. 2007. Penanganan pasca Panen hasil pertanian. UNPADPress: Bandung.

Moleong, Lexy J. 2009. Metode Penelitian Kualitatif. Bandung: Remaja Rosdakarya.

Poernomosidhi (2007). Kebijakan Pengelolaan Ruang Wilayah Kawasan Pesisir di Indonesia Sebagai Antisipasi Risiko Bencana; Materi Seminar Nasional : Pengelolaan Ruang Wilayah Pesisir di Indonesia sebagai Antisipasi Risiko Bencana. Bandung.

Poerwadarminta W.J.S. 1976. Kamus Umum Bahasa Indonesia. Jakarta: PN Balai Pustaka.

Suprapti.2002. Technologi pengolahan pangan. Kanisius: Yogyakarta

Sutiyono. 2013. Poros Kebudyaan Jawa. Yogyakarta: Graha Ilmu.

Soekanto, Soerjono. 1990. Sosiologi: Suatu Pengantar. Jakarta: Rjawali Pers.

Sztompka, Piotr. 2011. Sosiologi Perubahan Sosial. Jakarta. Preanda

Wiranata, I Gede. 2011. Antropologi Budaya. Bandung : PT. Citra Aditya Bakti.

Lickona, Thomas. Mendidik Untuk Membentuk Karakter: Bagaimana Sekolah dapat Memberikan Pendidikan Sikap Hormat dan Bertanggung Jawab. (Penerjemah: Juma Abdu Wamaungo. Jakarta: Bumi Aksara. 2012), h. 81

Muchlas Samani & Hariyanto. Konsep dan Model Pendidikan Karakter. (Bandung: PT. Remaja Rosdakarya. 2011), h.43

Agus Wibowo. Pendidikan Karakter: Strategi Membangun Karakter Bangsa Berperadaban. (Yogyakarta: Pustaka Pelajar. 2012), h.33